Pilihan (Dialog imaginer)

Pilihan (Dialog imaginer)

Seorang murid berkeluh kepada gurunya, “pak, saya sudah berusaha menjadi orang baik, berusaha menjadi orang yg benar, dan saya sudah melakukan semua itu dengan ikhlas, tapi kenapa masih ada orang yg memusuhiku?”.

Guru, “apakah kamu mengira dengan menjadi orang baik dan benar membuat kamu tdk dimusihi? Kamu salah besar! Ketika kamu menjadi orang baik, pasti kamu akan dimusuhi orang-orang yg tidak baik, semakin kamu menjadi baik, maka semakin dimusuhi olehnya”

Murid kembali bertanya, “terus, bagaimana caranya supaya saya tdk dimusuhi? Saya tdk suka dengan konflik atau permusuhan, saya menginginkan hidup yg damai dan tenang guru”.

Guru, “ketika kamu baik dan benar, bisa dipastikan kamu akan dimusuhi orang-orang yg tidak baik. Namun kalau kamu bisa menyenangkan orang-orang yg tdk baik, maka kamu telah menjadi bagiannya, dan kamu akan dimusuhi oleh orang-orang baik”.

Murid, “terus saya harus bagaimana guru?”

Guru kembali menjawab, “perdebatan, pertentangan, pertikaian, dan permusuhan tentang baik, benar, buruk, salah, akan selalu terjadi di dunia. Ketika kamu mengambil salah satu posisi itu, memiliki pendapat dan keyakinan, memperjuangkan apa yg kamu yakini, bersiaplah dengan pertentangan dan permusuhan. Kecuali…”

Dengan nada penasaran murid menyela, “kecuali apa guru?”. Sang guru melanjutkan, “kecuali kamu menjadi ‘buih di lautan’, yg mengikuti kemana saja ombak dan angin bertiup. Menjadi manusia yg tdk punya prinsip, yg mengikuti trend. Mencari yg aman, memilih kenyamanan menjadi pengikut. Pertentangan, pertikaian, permusuhan akan selalu ada, masalahnya adalah bagaimana kamu memilih posisi. Kamu bisa memilih menjadi orang yg baik dan benar, atau menjadi orang yg salah, atau menjadi pengikut yg selalu mencari aman – bermuka dua”.

Leave a Reply

Close Menu